In A Journey

Pagi yang cerah, matahari sesekali mengintip dibalik awan-awan yang beriringan silih berganti menutupi cahayanya, tidak seperti pagi kemarin Kota tersibuk di Indonesia dan langganan banjir ini diguyur hujan. Alhamdulillah…batin ku, mudah-mudahan sampai kantor dengan lancar dan selamat .

Hampir setiap perjalananku bahkan mungkin kita selalu dihadapkan dengan fenomena yang mengusik batin saya, ada seorang kakek yang sudah tua renta berjalan lunglai tak terarah sesekali ia mengulurkan tanganya kepada orang-orang yang hilir mudik di trotoar jalan, ada lagi seorang anak kecil yang menggendong bayi sambil menepukkan kedua tanganya lalu bernyanyi kemudia ia mengulurkan kedua tanganya kepada pengendra sepeda motor atau mobil-mobil angkot, ada  juga anak muda yang seharusnya ia berada disekolah menengah atas kini ia harus mengayunkan tongkat kecilnya mencari serpihan botol, kaleng atau gelas plastik bekas, pernah suatu ketika saya melihat sosok yang sudah renta lebih tua dari usia seharusnya, tergeletak dipinggir halte yang sudah dipagari oleh “Police Line” nafasnya telah dihentikan oleh kerasnya hidup di Kota Metropolitan ini, uhff…aku kembali menarik nafas panjang.

“Alhamdulillah…” hanya kata itulah yang keluar dari bibirku, betapa tidak alangkah bersykurnya hidupku ini, Allah masih mengalirkan rizkinya, memberikan tempat tinggal, memiliki keluarga yang utuh, masih bisa makan, masih punya kerjaan, punya istri, anak yang sehat, Sehat jasmani sehat rohani, punya waktu yang banyak untuk beribadah, Subhanallah… Tak terhitung besarnya Nikmat-Mu ya Rabb…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s