Perempuan Di Persimpangan Karir dan Keluarga Bag.1

Sahabat – sahabatku semoga Allah SWT senantiasa mengalirkan nikmat, hidayah, inayah, karunia-Nya bagi kita semua Amin.

Sebuah hegemoni kehidupan modern yang kita rasakan saat ini, kemajuan zaman membuat diri, jiwa dan pikiran kita seolah terlempar jauh kedepan, lebih moderat, lebih futuristik, dan lebih kritis.  Satu catatan kecil yang sempat menjadi tranding topik pada awal abad 21 yang diprakarsai oleh kaum barat yang mengusung “pemberontakan gender” atau disebut gerakan emansipasi . Dimana mereka meminta revolusi gender kesataraan perempuan terhadap pria.

Gerakan emansipasi ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 1857, Gebrakan Wollstonecraft menggema ke seantero Eropa dan Amerika. Tercatat tokoh-tokoh semisal Clara Zetkin (1857-1933) di Jerman, Hélène Brion (1882-1962) di Perancis (penulis selebaran La voie feministe dengan subjudulnya yang terkenal, “Femme: ose être !” (Hai perempuan, beranilah menjadi diri sendiri!), Anna Kuliscioff (1854-1925) di Italy (pendiri liga wanita dan jurnal La Difesa delle Lavoratrici), Carmen de Burgos alias ‘Colombine’ (1878-1932) di Spanyol, Alexandra Kollontai (1873-1952) di Russia, dan Victoria Claflin Woodhull (1838-1927), wanita Amerika pertama yang mencalonkan diri sebagai Presiden pada 1872. 1

Agenda mereka adalah memproleh hak yang sama dibidang pendidikan, hukum, pekerjaan dan politik. Pada awalnya gerakan ini adalah murni untuk mengangkat derajat kaum perempuan dari intimidasi kaum pria di dunia Barat, karena kondisi pada saat itu Sejak zaman dahulu di Barat, bagi tokoh-tokoh seperti Plato dan Aristoteles, diikuti oleh St. Agustinus dan Thomas Aquinas pada Abad Pertengahan, hingga John Locke, Rousseau dan Nietzsche di awal abad modern, citra dan kedudukan perempuan tidak pernah dianggap setara dengan laki-laki. Wanita disamakan dengan budak dan anak-anak, dianggap lemah fisik maupun akalnya. Paderi-paderi Gereja menuding perempuan sebagai pembawa sial dan sumber malapetaka, biang-keladi kejatuhan Adam dari sorga. Dan pergerakan kaum wanita hanya dibatasi dalam lingkup rumah tangga saja.

Namun abad ke 20 sampai abad 21 pergerakan ini sepertinya mengalami stigmatisasi.  Munculnya feminis-feminis radikal yang mengutuk sistem patriarki, mencemooh perkawinan, menghalalkan aborsi, merayakan lesbianisme dan revolusi seks, justru menodai reputasi gerakan itu. Bagi para feminis radikal, menjadi seorang istri sama saja dengan disandra. Tinggal bersama suami dianggap sama dengan living with the enemy.

Diakui atau tidak, emansipasi wanita di Barat memang terbukti merusak sendi-sendi masyarakat dan menghancurkan nilai-nilai keluarga. Negara-negara maju seperti Jerman, Jepang dan Singapura kini tengah berupaya mengatasi apa yang mereka sebut sebagai krisis demografis.

Padahal dalam sejarah islam kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pelopor gerakan emansipasi perempuan yang sebenarnya, karena banyak sekali sikap, prilaku jahiliyah yang mendeskriditkan perempuan, seperti setiap bayi perempuan yang lahir dikubur hidup-hidup, mengawini perempuan sebanyak yang disukai dan menceraikan mereka sesuka hati, sampai pernah ada kepala suku yang mempunyai tujuh puluh hingga sembilan puluh istri, nah pada saat itu semua praktek tersebut dihapuskan.

Apalagi dalam Al-Qur’an, hadis-hadis Rasulullah banyak sekali yang mencitrakan kedudukan kaum perempuan, bahkan dalam sebuah hadis yang masyhur Rasulullah SAW sangat memuliakan seorang Ibu dengan menempatkan sebuah perumpamaan “ Syurga itu ada dibawah telapak kaki Ibu”, dalam Al-Qur’an bahkan ada nama satu Surat dengan nama Annisa Yang artinya perempuan, dan masih banyak lagi kemulian-kemulian perempuan dalam islam. Subhanallah…

Catatan kaki : 1. Syamsuddin Arif (hidayatullah.com)

By:ahmadriyadhmz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s