Capek Hati? Hati-Hati dengan Hati

Manusia tidak ada yang sempurna, diantara sekian banyak kelemahan dan ketidak sempurnaan manusia adalah hati yang tidak pernah stabil. Guncangan terhadap hati ini jauh lebih dahsyat dari pada guncangan terhadap raga kita, kalau tangan yang sakit, masih bisa kita obati dengan balsem atau diurut, kalau kaki terluka masih ada betadin dan perban yang bisa menyembuhkannya, yang jelas kalau raga ini sakit InsyaAllah ada banyak cara untuk menyembuhkanya dengan cepat dan ada banyak orang yang sabar dan tahan jika raga yang sakit.

Bagaimana jika hati yang terasa capek? Atau hati yang sedang sakit? Atau hati yang tersakiti? Apapun itu jika hati yang menjadi korban, bisa dipastikan tidak banyak orang yang bisa sabar dan tahan dalam menghadapinya. Lihat saja gara-gara hati yang terluka, ada pembunuhan, ada yang bunuh diri, ada yang “menyantet” ada yang bermusuhan bahkan yang lebih kronisnya lagi jika hati sudah kehilangan iman, hancurlah segalanya.

Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut. Rasul bersabda, “Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati.” (Al-Hadis).

Memang sulit sekali menjaga hati, ia terkadang begitu liar tak terbendung dan terkadang terkukung dalam ketidakpastian dalam keheningan yang berkepanjangan.  Jika hati ini baik,bersih maka baik pulalah seluruh anggota tubuh kita, itu pesan yang tersirat dari Rasulullah SAW.

Cara Menjaga Hati

Ibnul Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara;

1. Menjaga kekuatan hati, Kekuatan hati bisa didapatkan dengan iman. Dan iman merupakan sumber kekuatan hati paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.
2. Melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, Sedangkan untuk melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, bisa dilakukan dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, kedua hal ini yang dapat membuat hati menjadi sakit. Ia sama dengan racun yang jika dikonsumsi pasti akan membahayakan tubuh.
3. Membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati, agar tetap sehat, zat-zat yang membahayakan hati harus dibuang. Dan, cara paling efektif untuk membuang zat-zat yang berbahaya tersebut adalah dengan tobat dan istighfar. Tobat dan istighfar adalah dua obat yang bisa membuang toksin di dalam hati. Ia bagaikan antibody yang bisa membuat hati tetap sehat.

One response to “Capek Hati? Hati-Hati dengan Hati

  1. bagus tautannya aku suka..mksi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s