Amal Jariyah

Allah SWT telah jelas memberikan warning kepada semua makhluknya yang bernyawa pasti akan mati, akan kembali kepada-Nya, tidak ada yang abadi yang abadi hanyalah Dia Allah SWT pemilik Alam Semesta Raya, dan yang lebih membuat kita termasuk makhluk-Nya semakin tak berdaya ketika maut / ajal itu datang menjemput tanpa ada satu makhlukpun tahu, hari ini, besok, lusa, minggu depan, tahun depan atau tahun-tahun yang akan datang, tidak ada yang tahu kapan Izrail datang menghampiri kita dan mencabut ruh kita yang memisahkan kita dari alam dunia menuju alam akhirat.

Oleh karena itu Rasulullah jauh-jauh hari sudah berpesan kepada ummatnya, kepada kita semua untuk mempersipakan bekal yang banyak untuk diakhirat kelak nanti. Bekal yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bukanlah berupa harta benda, perhiasan, berlian, rumah mewah, mobil dan lain sebagainya, melaikan amal-amal soleh, amal ibadah dan amal jariyah kita selama didunia.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika Anak Adam mati/meninggal maka terputuslah semua amalnya, kecuali  tiga amal (yang tidak akan terputus pahalanya) yaitu :

1. Sedekah Jariyah

2. Ilmu yang bermanfaat

3. Anak yang soleh yang mendoakannya

Pertama, Sedekah Jariyah menurut pendapat para ‘Ulama yang dimaksud dengan sedekah jariyah adalah harta yang kita keluarkan niat karena Allah SWT yang manfaatnya terus menerus digunakan dalam kemaslahatan dan kebaikan contoh : Wakaf Tanah, Wakaf Bangunan, Wakaf rumah, Al-Qur-an, dll (Yang manfaatnya digunakan untuk masjid, pesantren, rumah yatim dls). Selama bangunan, tanah atau rumah atau barang apapun yang kita infakkan karena Allah dan selama itu pula dimanfaatkan oleh kemaslahatan ummat islam, Insya Allah pahalanya akan terus mengalir meskipun kita sudah dialam kubur.

Kedua, Ilmu yang bermanfaat, adalah ilmu yang kita miliki lalu kita amalkan dan kita ajarkan kepada anak-anak kita, keluarga, murid-murid dan kepada siapapun sehingga mereka mendapatkan pemahaman dan dari ilmu yang kita ajarkan itu bisa mendatang kebaikan bagi hidupnya dan orang lain. Contoh : Memberikan pengajaran / pengetahuan tentang bagaimana sholat yang baik, zakat, puasa, membaca al-qur’an, sains, dsb.

Ketiga, Anak yang soleh, adalah anak keturunan yang dibekali ilmu akhirat,ilmu agama islam,  anak yang baik akhlaknya selalu mendoakan orangtuanya dalam berbagai keadaan, rajin ibadahnya dan mendatangkan manfaat bagi orang-orang disekitarnya, keluarganya dan ummat islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s