Kisah Petani Jombang Yang Berangkat Haji Plus

JEDDAH – Menunaikan ibadah haji melalui penyelenggara haji plus biasanya dilakukan orang berada. Selain itu mereka yang memiliki waktu sedikit, namun ingin melaksanakan ibadah haji.

Pemerintah pun memfasilitasi dengan haji plus, karena haji reguler bisa memakan waktu hingga 40 hari.

Tak pernah terbayangkan Kayat (83), seorang petani di Desa Beyan, Pandanwangi, Jombang, Jawa Timur, bisa berangkat haji menggunakan penyelenggara haji plus. Untuk itu dia mengeluarkan biaya USD7.500 atau sekira Rp67,5 juta.

Bahkan, dia juga bisa mengajak istri yang sudah menggunakan kursi roda, Kasfiyah (81) serta anaknya, Ani (43).

Jika ditotal, Kayat mengeluarkan uang Rp202 juta, belum ditambah biaya untuk pendamping Kasfiyah sebesar 2.500 riyal atau Rp6.250.000 (kurs Rp2.500 per riyal) dan uang saku selama di Tanah Suci.

Yang membuatnya berbeda dengan petani lainnya, dia memiliki warisan dari orangtuanya berupa kebun ribuan meter persegi. Musim haji tahun lalu, kebun kosong warisan miliknya seluas 4.500 hektare berhasil dijual kepada orang kaya di Jombang.

Tanpa ragu, uang hasil penjualan kebun kosongnya itu digunakan ke Tanah Suci melalui haji plus.

Kayat mengaku, tidak memilih berangkat dengan haji reguler karena daftar antreannya panjang bisa mencapai 5-7 tahun, sementara usianya dan istrinya sudah sangat lanjut. Makanya, dia memilih berangkat dengan haji plus.

Sementara itu, Ani yang sudah berkeluarga dan tinggal di Surabaya mengetahui ada sebuah penyelenggara haji plus. Dia kemudian memberitahukan kepada orangtuanya dan langsung mendaftar. Tidak sampai setahun setelah daftar mereka bisa berangkat.

Dengan haji plus, kata Kayat, mereka mendapatkan sejumlah fasilitas yang lumayan. Sebuah koper besar, tas kecil, tas sandal, dan juga kain ihram. Mereka juga mendapat pelatihan manasik selama empat kali. “Penjelasannya enak,” timpal Ani.

Belum lagi, penerbangan dari Surabaya ke Jakarta sudah termasuk dari biaya tersebut. Nanti selama di Tanah Suci, mereka akan mendapat fasilitas yang lumayan. Makanan yang enak dan juga pemondokan yang dekat dengan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengenai kabar wanprestasi yang dilakukan penyelenggara haji plus, Ani dan orangtuanya mengaku tidak khawatir. Dia meyakini penyelenggara haji plus yang dipilihnya tidak sembarangan.

sumber: okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s