Category Archives: Tarbiyatul Aulad

Kisah Si Pembunuh 99 Orang..!!

Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab shahihnya, meriwayatkan sebuah kisah yang bersumber dari sahabat Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan al-Khudri. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang laki-laki yang sangat kejam. Ia telah membunuh 99 orang.

Suatu hari, si pelaku merasa menyesal atas berbagai perbuatan yang telah dilakukannya. Ia pun lantas berusaha mencari manusia yang paling berilmu di atas dunia ini. Ia lalu mendatangi seorang alim yang ahli beribadah dan bercerita tentang masa lalunya. Saat bertemu, dia lalu mengutarakan maksudnya untuk bertaubat dan menjadi orang yang saleh. Baca lebih lanjut

Iklan

Awali Bayimu dengan Laa Ilaaha Illallah

Rasulullah saw. pernah mengingatkan, “Awalilah bayi-bayimu dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.”

Kalimat suci inilah yang perlu kita kenalkan di awal kehidupan bayi-bayi kita, sehingga membekas pada otaknya dan menghidupkan cahaya hatinya. Apa yang didengar bayi di saat-saat awal kehidupannya akan berpengaruh pada perkembangan berikutnya, khususnya terhadap pesan-pesan yang disampaikan dengan cara yang mengesankan. Suara ibu yang terdengar berbeda dari suara-suara lain, jelas pengucapannya, terasa seperti mengajarkan (teaching style) atau mengajak berbincang akrab (conversational quality), memberi pengaruh yang lebih besar bagi perkembangan bayi. Baca lebih lanjut

Ajarkan Anak Kecerdasan Emosi Sejak Dini

Sejak dini balita dilatih mengendalikan emosi, kelak ia disukai teman karena baik hati! Ajarkan kecerdasan emosi sejak dini.

Mengenal emosi diri (mulai usia 2 tahun).
Sebutkan berbagai emosi. Semisal, balita sedang cemberut, Anda bisa bertanya, ”Kenapa kamu cemberut sayang? Kesal karena dilarang bermain, ya?” Dengan begitu anak dipandu untuk terbiasa mengenali kondisi emosinya dan penyebab munculnya emosi itu. Semakin sering balita mendengar jenis emosi dan pemicunya, ia belajar menilai sendiri emosi seperti apa yang sedang terjadi padanya.
Tiap minggu, gambarkan perasaan yang dialami. Anda dapat memberi warna “biru” untuk rasa sedih, “merah” untuk kejutan, “merah muda” untuk senang, dan “hitam” untuk perasaan marah. Bahas dengan anak setiap kali dia merasakan salah satu dari perasaan-perasaan yang Anda tempelkan tanda warnanya di kulkas rumah. Baca Disini