Tag Archives: JOURNEY

Surat Untuk Ibu

Ibu Semoga Allah senantiasa mengampuni dosamu, memanjangkan umurmu, diberikan keberkahan hidup sampai hari akhir kelak nanti dan menjadikanmu sebagai salahsatu bidadari disyurganya Allah kelak nanti Amin.

Ibu..kasihmu sepanjang masa, tak mungkin ku bisa membalas semua kasihmu, masih ingat saat tangis pertamaku didunia ini, engkau meneteskan air mata, dan darah segar yang keluar dari rahimmu, engkau pertaruhkan nyawamu demi kehidupan ku didunia ini, kau alirkan air susu segar yang berasal dari darahmu hingga aku tumbuh, lalu kau ajarkan aku tentang huruf-huruf, nama binatang, warna, membaca, kau ajari aku untuk sholat, membaca Al-qur’an, berbuat baik kepada setiap teman-temanku, kau suruh aku membagi makanan yang aku miliki agar aku bisa berbagi. Kini aku tumbuh dewasa dengan sejuta masalah. Baca Disini

A Time Transition

Sahabat penyesalan selalu ada dibelakang, karena ia terjadi setelah suatu kejadian yang kita alami yang berdampak negatif terhadap diri kita, sebuah hegemoni perjalanan hidup manusia yang sudah ditentukan dan ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai salah satu makhluk-Nya. Menyesali segala  sesuatu yang negatif pada masa lalu adalah transisi yang positif yang akan membangun transformasi diri ke arah yang jauh lebih baik.

Masih teringat kecerobohan, kesalahan, dan ketidak sabaran dalam menghadapi berbagai hal termasuk tidak cukup sabar menunggu waktu yang bergulir tuk menjemput masa depan dan kesuksesan, betapa naifnya keinginan yang begeitu besar, harapan yang menjulang dan cita-cita yang melambung keangkasa tidak diiringi dengan keseriusan, kesungguhan, dan kesabaran. Hanya nafsu yang kita turuti, lebih memilih kesenangan yang dilegitimasi oleh bujuk rayu iblis, dan terlena tak sadarkan jiwa. Baca Disini

In A Journey

Pagi yang cerah, matahari sesekali mengintip dibalik awan-awan yang beriringan silih berganti menutupi cahayanya, tidak seperti pagi kemarin Kota tersibuk di Indonesia dan langganan banjir ini diguyur hujan. Alhamdulillah…batin ku, mudah-mudahan sampai kantor dengan lancar dan selamat .

Hampir setiap perjalananku bahkan mungkin kita selalu dihadapkan dengan fenomena yang mengusik batin saya, ada seorang kakek yang sudah tua renta berjalan lunglai tak terarah sesekali ia mengulurkan tanganya kepada orang-orang yang hilir mudik di trotoar jalan, ada lagi seorang anak kecil yang menggendong bayi sambil menepukkan kedua tanganya lalu bernyanyi kemudia ia mengulurkan kedua tanganya kepada pengendra sepeda motor atau mobil-mobil angkot, ada  juga anak muda yang seharusnya ia berada disekolah menengah atas kini ia harus mengayunkan tongkat kecilnya mencari serpihan botol, kaleng atau gelas plastik bekas, pernah suatu ketika saya melihat sosok yang sudah renta lebih tua dari usia seharusnya, tergeletak dipinggir halte yang sudah dipagari oleh “Police Line” nafasnya telah dihentikan oleh kerasnya hidup di Kota Metropolitan ini, uhff…aku kembali menarik nafas panjang. Baca Disini